Minggu, 25 Maret 2012

Mirfat Thanks to...

Alhamdulillahirobbilalamin, finally my first single is finished, thanks to Allah SWT for giving me this special gift.

Terimakasih Mamam&Papap, what would I do without you? Thank you so much for you’r understanding me, walaupun anakmu ini selalu ngerepotin dan bikin susah..hehe... Thanks for supporting in everything. That’s a inspiring me about life and you make me a better person. Buat Kakak aku Anggit, saudara satu-satunya yang aku punya, suka nganterin aku kalau satnight ada perform di Karawang.

Buat temen-temen penghuni asrama kampus.. Yanti, Frida, Uli, Teh Permas. Maaf suka bikin berisik kalau aku lagi nyanyi-nyanyi di kamar,hehe..

Sahabat-sahabat terbaikku, Piyan, Nenty, Fitry, Paul, Bibi, Ani, thanks atas support kalian selama ini. Love you The Kosters.. Mia, Titi & Didin yang kisah cinta mereka udah menginspirasi terciptanya syair di lagu Bahagia Dalam Rindu ini.

Om Bings, bapak sesepuh..haha cerita banyak tentang dunia musik jadi nambah ilmu tambah termotivasi juga. A Ubren, yang aku udah anggap kakak, manager, tempat curhat and whatever thank you so much cause of you I can be here. Dedevai dan keluarga di Bogor, tanpa tangan-tangan handal kalian gak mungkin tercipta lagu yang seperfect ini.


Mey, Adit, Raisa, Iwit, Agus, Tia, Shinta, Rival, Bang Andi, Windi, Dodi, Nico, Via, Hadian, Muti, Decu, Ayu..temen-temen kesmas yang gak bisa disebutin satu-satu, makasih do’anya biar aku sukses di nyanyi tapi jangan lupa fokus kuliah juga supaya barengan dapet gelar Sarjana Kesehatan Masyarakatnya, amin!

Terakhir buat temen-temen ROSMAnia yang udah ngasih do’a, support, pujian, dan kritikan itu semua Insya Allah aku jadikan cermin untuk mempertahankan yang udah baik dan memperbaiki yang masih kurang. Makasih pada seneng sama lagunya.. Do’akan selalu Mirfat akan terus belajar jadi penyanyi sukses nantinya dan mewujudkan mimpi yang dikatakan sulit ini, amin...
YOU MUST KNOW... THE DREAM CAN BE REAL, IF WE WANT TO TRY IT. BELIEVE AND DO IT!

Regards
Mirfat Rosari Maulida

Jumat, 23 Maret 2012

230312

Ngadu ke siapa kalau ada masalah pelik kayak gini tuh ya, temen?? Lagi pada pisah. Orang tua?? Hemm... justru mereka yang ngebuat gue ngerasa galau kayak gini. Bingung, stres, gelo jadi nyatu lah yang sekarang ada. Masalah ini lebih-lebih dibandingin ibaratnya digantungin pacar.
KALAU MIRFAT MAU TETEP NYANYI, TINGGALIN KULIAH, ATAU SEBALIKNYA!!!
Gak ada pilihan lain apa Pap??? Mirfat gak bisa milih di antara dua pilihan itu...
Kuliah udah pasti jadi prioritas utama Mirfat sekarang, gak ada kesibukkan yang lebih penting saat ini selain itu. Tapi Mirfat juga gak bisa kalau Papap+Mamam ngelarang Mirfat berhenti dalam perjuangan ini.
Papap+Mamam pasti tahu, cita-cita Mirfat dari dulu pengen jadi apa kan? Walaupun emang gak semudah membalikkan telapak tangan, tapi kalian selalu ngajarin dibalik semua perjuangan itu pasti sebenarnya Allah udah nyiapin sesuatu di depan sana, apa itu yang semula kita harapkan maupun yang nggak. Yang jelas nilainya terbaik yang Allah tetapkan buat kita.
Semula kalian mendukung, tapi kenapa sekarang berbeda 180 derajat?
Dulu, waktu masih sekolah, okelah Mirfat mentoleran fokus sekolah 100%. Tapi sekarang kan udah kuliah, yang notabene kuliah gak sama kayak sekolah yang kehadiran itu sangat berpengaruh terhadap prestasi. Mirfat bisa mengatur semua ini Mam... Pap...
Sangat tidak bisa kalau Mirfat disuruh ninggalin profesi ini, biarin Mirfat berusaha dalam menggapai impian yang dulu sampai sekarang Mirfat idam-idamkan itu.
Kemarin Bokap ngasih ultimatum, kalau semester depan nilai IP gak naik, gue mesti ikhlas ninggalin kesibukkan jadi penyanyi walaupun masih di indie, gue harus fokus 100% sama kuliah.
Gimana ini?? Kalau gue gak bisa capei semua itu, apa gue harus rela ninggalin perjuangan ini, dan mengubur impian profesi gue itu. Gue harus fokus kuliah buat jadi seorang dosen, yang profesi itu jadi harapan orangtua ke gue, dan gak ada yang namanya nyanyi-nyanyi dijadiin kegiatan/profesi gue, kecuali hanya sebatas hobi aja.
Ya Allah... tolong berikan jalan terbaik bagi hamba, Insya Allah gue rela dan harus rela, kalau emang gue harus ninggalin nyanyi, dan fokus buat jadi dosen. Mudah-mudahan itu jadi yang terbaik buat gue, dan itu bisa jadi bakti gue ke orangtua.
JANGAN LOYO FAT, YOU CAN DO IT!